Pura Melanting & Pasar Agung di Gunung Salak Kabupaten Bogor
Pura Melanting dan Pura Pasar Agung di Bali sangat termasyur khusus umat Hindu yang mempunyai usaha. Juga umat yang merasa bersyukur mendapatkan jenjang karir yang baik.
Di Jabodebabek (Jakarta, Bogor, Depok, Banten dan Bekasi) hanya ada satu pura Melanting dan Pura Pasar Agung, yaitu di Parahyangan Agung Jagatkartta. Tentu konsep dari pura ini mengikuti yang ada di Bali. Tentu tujuan dari pembangunannya sama juga dengan umat di Bali, yaitu memfasilitasi umat yang berusaha atau berkarya.
Umat Hindu dari manapun di persilahkan tangkil atau melakukan persembahyangan di Pura Melanting dan Pura Pasar Agung ini.
Apakah Pengertian Pura Melanting?
Pura Melanting di Bali merupakan pura yang bersifat Kahyangan Jagat, artinya salah satu pura yang digunakan seluruh masyarkat Bali. Pura ini adalah pura kuno dengan sejarah panjang ketika perjalanan Dang Hyang Nirartha.
Letak Pura Melanting di Bali yang terbesar berada di Desa Banyupoh Kecamatan Grokgak Kabupaten Bulelelng masuk dikawasan Bali Utara. Lebih tepatnya sekitar 50 kilometer sebelah Barat kota Singaraja. Jalan alternatif bisa dari perbatasan Jembrana dengan Buleleng yaitu dari Cekik ke arah Pulaki.
Persembayangan ke Pura Melanting untuk pemujaan terhadap Ida Bhatari Melanting atau Dewi Melanting. Tujuannya untuk memohon kemakmuran, kesuburan, keselamatan dan agar dilancarkan dalam usaha dagang.

Pura Melanting dan Pura Pasar Agung di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta di Gunung Salak
Dimana Letak Pura Melanting dan Pasar?
Mengingat begitu pentingnya memfasilitasi kepentingan umat Hindu di berbagai lapisan dan strata, pengurus dan pengelola PAJK sejak lama mempertimbangkan keberadaan Pura Melanting dan Pura Pasar Agung agar di letakkan dalam satu kompleks parahyangan.
Akhirnya ide dan gagasan menyatukan Pura Melanting di Parahyangan Agung Jagatkartta terwujud dengan ditandai peletakkan batu pertama pepedeman. Selama kurang lebih 1 tahun, maka pembangunannya bisa di selesaikan. Setelah itu bertepatan pada Pujawali tanggal 4 Oktober 2022 dilaksanakan ngenteg linggih (meplaspas agung).
Keberadaan Pura Melanting di Parahyangan Agung Jagatkartta tentu tidak sebesar pura yang ada di Buleleng. Di area pura ini hanya dilengkapi dengan Pelinggih Melanting, Pelinggih Pasaragung dan pelinggih lainnya.
Dengan terbangunnya Pura Melanting dan Pura Pasar Agung ini, maka umat yang sekaligus tangki ke Parahyangan Agung Jagatkartta bisa sekaligus melanjutkannya ke Pura lainnya.

Layout Denah Pura Melanting dan Pasar Agung di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Gunung Salak






